Ketika cinta sudah tak bisa di umbar lagi ..
Aku hanya bisa bernafas ter-tegang-tegang
Ketika cinta hanya bisa di belah menjadi dua
Ketika seseorang merasa di madu
Aku hanya berserah drinya pada nya
Meminta belas kasihan kepada nya
Dan berdo’a kepada yg maha kuasa utk
Semoga do’a ku itu di ajabah oleh yg maha kuasa
Di kala sayap2 putih telah hancur
Aku hanya bisa terdiam dan juga
Menangisi seperti orang lugu yang terdiam sllu
Di kala hati telah galau
Tak ada satu pun orang yg menghibur ..
Sepertinya orang yg sllu menghiburku telah hilang di telan bumu
Dan entah mengapa aku mencari nya tapi sllu tak ada
Aku menangis terseduh-sedah
Sambil melihat ke atas awan
Apakah aku masih sanggup utk hidup di dunia ini?
Awan tak mendengar
Aku pun menanyakan kepada laut yg sangat luas dan tak ada batas nya
Apa kah aku ini pantas utk hidup ?
laut pun tak menjawabnya
laut pun tak menjawabnya
Aku bertanya kepada manusia
APAKAH ENGKAU MASIH MENGANGGAP KU SEBAGAI TEMAN ATAU
MUSUH ?
Aku pun terdiam aku hanya terdiam
Dan aku mulai memikirkan bahwa betapa bodohnya aku menanyakan hal itu kepada manusia
Sepertinya penantian ini hamper terjawab ternya aku hanyalah manusia biasa yang tak ada apa-apanya
Di mata kalian semua .
Tetapi..
Hujan pun mulai turun aku pun merindukan satu sosok lelaki yang hebat yg suka menghibur ku
Entahh aku menanyakan pada diriku sendiri “ diman dia ?.”
Tapi anehnya tak ada jawaban sama sekali
Penantian ku mulai ragu ternyata aku bukan lah siapa-siapa lagi menurutmu ..
Aku hanya bisa mengucapkan “ Selamat tinggal kawan!.”.
~Nomi-FAy~
do not copy
Tidak ada komentar:
Posting Komentar