Rabu, 16 Maret 2011

peterpan - kupu-kupu malam

Ada yang benci dirinya
Ada yang butuh dirinya
Ada yang berlutut mencintanya
Ada pula yang kejam menyiksa dirinya

Kini hidup wanita si kupu-kupu malam
Bekerja bertaruh seluruh jiwa raga
Bibir senyum kata halus merayu memanja
Kepada setiap mereka yang datang

*Dosakah yang dia kerjakan
Sucikah mereka yang datang
Kadang dia tersenyum dalam tangis
Kadang dia menangis di dalam senyuman

Oh apa yang terjadi.. terjadilah
Yang dia tahu Tuhan penyayang umatnya
Oh apa yang terjadi.. terjadilah
Yang dia tahu hanyalah menyambung nyawa

Back to *

peterpan - Hari yang cerah untuk jiwa yang sepi

Pagi biar ku sendiri
Jangan kau mendekat
Wahai matahari

Dingin hati yang bersedih
Tak begitu tenang
Mulai terabaikan

Hari yang cerah untuk jiwa yang sepi
Begitu terang untuk cinta yang mati

Ah... ku coba bertahan dan tak bisa
Mencoba melawan Ku lepas

Biar langit kelabuku
Tak begitu luas
Seperti memudar

Kini tak terulang lagi
Di hari yang cerah
Dia telah pergi
Hari yang cerah untuk jiwa yang sepi

Peterpan - langit tak mendengar

Jadi hidup telah memilih
Menurunkan aku ke bumi
Hari berganti dan berganti
Aku diam tak memahami

Mengapa hidup begitu sepi
Apakah hidup seperti ini
Mengapa ku selalu sendiri
Apakah hidupku tak berarti

Coba bertanya pada manusia
Tak ada jawabnya
Aku bertanya pada langit tua
Langit tak mendengar